riska

Sabtu, 12 Desember 2009

Kumpulan Lagu Indonesia

Dilema Cinta (Ungu)

Em A
Seberapa salahkah diriku

D B
Hingga kau sakiti aku begitu menusukku

G
Inikah caramu membalas

A
Aku yang selalu ada saat kau terluka


Em A
Seberapa hinanya diriku

D B
Hingga kau ludahi semua yang ku beri untukmu

G
Tak ada satu pun perasaan

A D A
yang mampu membuatku begitu terluka


D F#m Bm
Namun ku terlanjur mencintai dirimu

G A
Terlambat bagiku pergi darimu

D F#m Bm
Bagiku terlalu indah perasaan itu

G A
Tak mudah untukku menjauh darimu

Em A
Telah ku coba segala cara

D B
‘Tuk bahagiakan kamu, merebut hatimu

G A
Namun tak semudah yang ku bayangkan

D A
Bila kau tak inginkan ku ’tuk di sisimu


F#m Bm
Tak pernah kurasakan sebelumnya

F#m Bm
Menginginkan dirinya hingga ku tak kuasa

Em A
Meyakini hatiku bahwa ku mampu berlalu


D F#m Bm
Namun ku terlanjur mencintai dirimu

G A
Terlambat bagiku pergi darimu

D F#m Bm
Bagiku terlalu indah perasaan itu

G A
Tak mudah untukku menjauh darimu


Pujaan Hati (Kangen Band)

A E F#m C#m
Hei pujaan hati apa kabarmu, ku harap kau baik-baik saja

D A B E
Pujaan hati andai kau tahu, ku sangat mencintai dirimu

A E F#m C#m
Hei pujaan hati setiap malam aku berdoa kepada sang Tuhan

D A
Berharap cintaku jadi kenyataan

B E
Agar ku tenang meniti kehidupan
D E
Hei pujaan hati, pujaan hati

D E
Pujaan hati, pujaan hati


Reff:

A E
Mengapa kau tak membalas cintaku

F#m C#m
Mengapa engkau abaikan rasaku

D E
Ataukah mungkin hatimu membeku

B E
Hingga kau tak pernah pedulikan aku


A E
Cobalah mengerti keadaanku

F#m C#m
Dan cobalah pahami keinginanku

D A
Ku ingin engkau menjadi milikku

B E
Lengkapi jalan cerita hidupku

D E
Hei pujaan hati, pujaan hati


Baik Baik Sayang (Wali)

E G#m C#m G#m
Aku tak ingin kau menangis bersedih

A E B
Sudahi air mata darimu

E G#m C#m G#m
Yang aku ingin arti hadir diriku

A E B
kan menghapus dukamu sayang

A B E C#m
Karena bagiku kau kehormatanku

F#m B
Dengarkan dengakan aku

Reff:

C#m G#m A E
Hanya satu pintaku untukmu dan hidupmu

A E F#m B
Baik baik sayang ada aku untukmu

C#m G#m A E
Hanya satu pintaku di siang dan malammu

A E F#m B
Baik baik sayang karna aku untukmu

E G#m C#m G#m
Semua keinginan akan aku lakukan

A E B
Sekuat semampuku sayang

A B E C#m
Karena bagiku kau kehormatanku

F#m B

Dengarkan dengakan aku Reff:

C#m G#m A E

Hanya satu pintaku untukmu dan hidupmu

A E F#m B
Baik baik sayang ada aku untukmu

C#m G#m A E
Hanya satu pintaku di siang dan malammu

A E F#m B
Baik baik sayang karna aku untukmu



Tak Ada Tempat Seperti Surga (Samson)

D Gmaj/B Bm
Tak ada tempat seperti surga

B7 Em

Untuk kuhabiskan hidupku denganmu

Gm
Senandung alunan terindah

D Bm Em
Akan kulakukan teruntuk dirimu cinta

A
Separuh darah hidupku


D Gmaj/B Bm
Tak ada tempat seperti Surga

B7 Em
Untuk kuabadikan hidupku denganmu

Gm
Barisan syair yang terindah

D Bm Em

Akan kulakukan untuk dirimu cinta

A
Separuh sukma jiwaku


D Gmaj/B Bm A
Ku persembahkan hidupku tuk selamanya padamu

F F#m Em
Kan kuserahkan cintaku hanya untukmu

A
Selamanya


D Gmaj/B Bm A
Ku abadikan hatiku tuk selamanya padamu

F F#m Em
Kan kuserahkan ragaku hanya untukmu

A D
Selamanya ooooo...


Perih (Vierra)

Am Em
Dirimu...

F G Am
tak pernah menyadari

Em F G Dm
Semua yang telah kau miliki

Em F
Kau buang aku, tinggalkan diriku

Dm Em F G
Kau hancurkan aku seakan ku tak pernah ada


Reff:

F Am G Am
Aku kan bertahan meski takkan mungkin

F Am G
Menerjang kisahnya walau perih

Am
Walau perih


Am Em
Salahkah...

F G Am
aku terlalu cinta

Em F G Dm
Berharap semua kan kembali

Em F
Kau buang aku, tinggalkan diriku

Dm Em F G
Kau hancurkan aku seakan ku tak pernah ada


Reff:

F Am G Am
Aku kan bertahan meski takkan mungkin

F Am G
Menerjang kisahnya walau perih

Am
Walau perih



Kumpulan Puisi

Artimu bagiku

Tanpa senyumanmu bahagiaku tak'kan sempurna...
Tanpa kehadiranmu hidupku terasa hampa...
Disetiap mimpi-mimpiku hanya kau yang slalu kudamba...
Disetiap langkah hidupku hanya kau yang slalu ku kutunggu...

Kasihmu meringankan derita hidupku...
Cintamu meluluhkan hatiku yang telah lama membeku...
Perhatianmu mengubah jalan hidupku...
Setiap detik ku'kan selalu mencintaimu,tanpamu ku bukanlah siapa-siapa...

Tak'kan ada badai yang meruntuhkan cintaku padamu...
Tak'kan ada ombak besar yang mengoyahkan hatiku untukmu...
Tak'kan ada lagi malam yang sunyi tanpa dirimu...
Ku'kan slalu mencintaimu setiap detik hidupku hingga nafas terakhirku...

Walau seribu derita kujalani ku'kan slalu mencintaimu...
Walau seribu cercaan kuterima ku'takkan berpaling darimu...
kau'kan slalu ada dihatiku sampai maut menjemputku...
Oh kekasih hatiku,kaulah anugerah terindah didalam hidupku...


“Perjuangan Hidup”


hidup ini begitu luas untuk dimengerti
begitu banyak pertanyaan..
tapi sedikit ada yang bisa menjawabnya dengan benar
hidup itu begitu melelahkan..
begitu banyak tempat yang harus dilalui tanpa ada kepuasan diri.
aku lelah..
aku capek..
apa dengan bicara seperti itu akan membuat kita berhasil menghindar dari perjuangan hidup.
aku bosan ..
aku menyerah..
apa itu jawaban yang terbaik yang bisa kita berikan,
apa itu tindakan yang harus kita lakukan untuk mengakhiri perjuangan hidup.
tidak ada jawaban yang bsa menjawab semua pertanyaan,
perjuangan hidup
penuh dengan tanda tanya.
kita hanya bisa berusaha.terus menjalankannya,berdoa,dan jangan pernah menyerah,karna perjuangan hidup masih sangat panjang untuk kita akhiri

bunda

Bunda…

tahukah engkau?
Q anakmu, ingin sekedar bercanda bersamamu..
Kenapa kau terus saja diam seolah tak mengenalku?
Q tau..
Q bukan anak yang lahir dari rahimmu..
Tapi,
apakah itu beda?

Kenapa?
Sadar aku memang tak pernah bisa memahamimu..
Atau
Q tak pernah bisa penuhi semua inginmu..
Semua.. semua selalu salah di matamu..
Kenapa?

manis wajahmu di depanku..
kau sanjung aku dengan pujianmu..
tapi..
apa ucapmu pada ayahku?

Mungkin kau tak sadar..
Q tau apa ucapmu..
Kenapa kau jelekkan aku?
Apa kau membenciku?
Kau tak suka padaku?
inginkah kau agar aku pergi dari hidupmu?

Kan kucoba bunda..
Aku pergi..
Biarkan aku dengan nenekku..
Tak perlu kau pikirkan aku,
Bahagialah bersama ayahku..
Tanpa aku..

Semoga kau bahagia bunda…


tuhan

aku tahu Kau selalu mendampingiku
aku tahu Kau tak pernah meninggalkanku
aku tahu Kau tak mau jauh dariku
tapi aku takut mendekat padaMU
Kau tahu mengapa?
karna dustaku begitu banyak
karna aibku terlalu berat
karna takkan cukup waktu bertahun-tahun mendengarkan permohonan maafku
Duh Tuhan…akankah kau mau menerimaku ?


MENUJUMU

Saat ini aku terendap lara
Tenggelam didalam penyesalan
Ketika semua seakan pergi
Hempaskan aku di jalanmu
Diatas kertas putih ini
Ku goreskan hitamnya jiwa
Bersama lautan dosa
Tergambar jelas di satu sisi
Sucikan tuhan jiwaku
Biarkanlah meraihmu
Menembus dimensi waktu
Kembali dijalanmu

Rizka & Reta: RIZKA & RETA

Rizka & Reta: RIZKA & RETA


Kamis, 10 Desember 2009

MALARIA

Malaria adalah penyakit yang menyerang manusia, burung, kera dan primata lainnya, hewan melata dan hewan pengerat, yang disebabkan oleh infeksi protozoa dari genus Plasmodium dan mudah dikenali dari gejala meriang (panas dingin menggigil) serta demam berkepanjangan. Malaria adalah penyakit yang menyerang manusia, burung, kera dan primata lainnya, hewan melata dan hewan pengerat, yang disebabkan oleh infeksi protozoa dari genus Plasmodium dan mudah dikenali dari gejala meriang (panas dingin menggigil) serta demam berkepanjangan.
Dengan munculnya program pengendalian yang didasarkan pada penggunaan residu insektisida, penyebaran penyakit malaria telah dapat diatasi dengan cepat. Sejak tahun 1950, malaria telah berhasil dibasmi di hampir seluruh Benua Eropa dan di daerah seperti Amerika Tengah dan Amerika Selatan. Namun penyakit ini masih menjadi masalah besar di beberapa bagian Benua Afrika dan Asia Tenggara. Sekitar 100 juta kasus penyakit malaria terjadi setiap tahunnya dan sekitar 1 persen diantaranya fatal. Seperti kebanyakan penyakit tropis lainnya, malaria merupakan penyebab utama kematian di negara berkembang.
Pertumbuhan penduduk yang cepat, migrasi, sanitasi yang buruk, serta daerah yang terlalu padat, membantu memudahkan penyebaran penyakit tersebut. Pembukaan lahan-lahan baru serta perpindahan penduduk dari desa ke kota (urbanisasi) telah memungkinkan kontak antara nyamuk dengan manusia yang bermukim didaerah tersebut.

Penyakit Malaria yang terjadi pada manusia
Penyakit malaria memiliki 4 jenis, dan masing-masing disebabkan oleh spesies parasit yang berbeda. Gejala tiap-tiap jenis biasanya berupa meriang, panas dingin menggigil dan keringat dingin. Dalam beberapa kasus yang tidak disertai pengobatan, gejala-gejala ini muncul kembali secara periodik. Jenis malaria paling ringan adalah malaria tertiana yang disebabkan oleh Plasmodium vivax, dengan gejala demam dapat terjadi setiap dua hari sekali setelah gejala pertama terjadi (dapat terjadi selama 2 minggu setelah infeksi).
Demam rimba (jungle fever ), malaria aestivo-autumnal atau disebut juga malaria tropika, disebabkan oleh Plasmodium falciparum merupakan penyebab sebagian besar kematian akibat malaria. Organisme bentuk ini sering menghalangi jalan darah ke otak, menyebabkan koma, mengigau, serta kematian. Malaria kuartana yang disebabkan oleh Plasmodium malariae, memiliki masa inkubasi lebih lama daripada penyakit malaria tertiana atau tropika; gejala pertama biasanya tidak terjadi antara 18 sampai 40 hari setelah infeksi terjadi. Gejala tersebut kemudian akan terulang kembali setiap 3 hari. Jenis ke empat dan merupakan jenis malaria yang paling jarang ditemukan, disebabkan oleh Plasmodium ovale yang mirip dengan malaria tertiana.
Pada masa inkubasi malaria, protozoa tumbuh didalam sel hati; beberapa hari sebelum gejala pertama terjadi, organisme tersebut menyerang dan menghancurkan sel darah merah sejalan dengan perkembangan mereka, sehingga menyebabkan demam.

Penanganan
Sejak tahun 1638 malaria telah diatasi dengan getah dari batang pohon cinchona, yang lebih dikenal dengan nama kina, yang sebenarnya beracun dan menekan pertumbuhan protozoa dalam jaringan darah. Pada tahun 1930, ahli obat-obatan Jerman berhasil menemukan Atabrine ( quinacrine hydrocloride ) yang pada saat itu lebih efektif daripada quinine dan kadar racunnya lebih rendah. Sejak akhir perang dunia kedua, klorokuin dianggap lebih mampu menangkal dan menyembuhkan demam rimba secara total, juga lebih efektif dalam menekan jenis-jenis malaria dibandingkan dengan Atabrine atau quinine. Obat tersebut juga mengandung kadar racun paling rendah daripada obat-obatan lain yang terdahulu dan terbukti efektif tanpa perlu digunakan secara terus menerus.
Namun baru-baru ini strain Plasmodium falciparum, organisme yang menyebabkan malaria tropika memperlihatkan adanya daya tahan terhadap klorokuin serta obat anti malaria sintetik lain. Strain jenis ini ditemukan terutama di Vietnam, dan juga di semenanjung Malaysia, Afrika dan Amerika Selatan. Kina juga semakin kurang efektif terhadap strain plasmodium falciparum. Seiring dengan munculnya strain parasit yang kebal terhadap obat-obatan tersebut, fakta bahwa beberapa jenis nyamuk pembawa (anopheles) telah memiliki daya tahan terhadap insektisida seperti DDT telah mengakibatkan peningkatan jumlah kasus penyakit malaria di beberapa negara tropis. Sebagai akibatnya, kasus penyakit malaria juga mengalami peningkatan pada para turis dari Amerika dan Eropa Barat yang datang ke Asia dan Amerika Tengah dan juga diantara pengungsi-pengungsi dari daerah tersebut. Para turis yang datang ke tempat yang dijangkiti oleh penyakit malaria yang tengah menyebar, dapat diberikan obat anti malaria seperti profilaksis (obat pencegah).
Obat-obat pencegah malaria seringkali tetap digunakan hingga beberapa minggu setelah kembali dari bepergian. Mefloquine telah dibuktikan efektif terhadap strain malaria yang kebal terhadap klorokuin, baik sebagai pengobatan ataupun sebagai pencegahan. Namun obat tersebut saat ini tengah diselidiki apakah dapat menimbulkan efek samping yang merugikan. Suatu kombinasi dari sulfadoxine dan pyrimethamine digunakan untuk pencegahan di daerah-daerah yang terjangkit malaria yang telah kebal terhadap klorokuin. Sementara Proguanil digunakan hanya sebagai pencegahan.
Saat ini para ahli masih tengah berusaha untuk menemukan vaksin untuk malaria. Beberapa vaksin yang dinilai memenuhi syarat kini tengah diuji coba klinis guna keamanan dan keefektifan dengan menggunakan sukarelawan, sementara ahli lainnya tengah berupaya untuk menemukan vaksin untuk penggunaan umum. Penyelidikan tengah dilakukan untuk menemukan sejumlah obat dengan bahan dasar artemisin, yang digunakan oleh ahli obat-obatan Cina untuk menyembuhkan demam. Bahan tersebut terbukti efektif terhadap Plasmodium falciparum namun masih sangat sulit untuk diperbanyak jumlahnya.

Malaria adalah penyakit yang dapat bersifat cepat maupun lama prosesnya, malaria disebabkan oleh parasit malaria / Protozoa genus Plasmodium bentuk aseksual yang masuk kedalam tubuh manusia ditularkan oleh nyamuk malaria ( anopeles ) betina ( WHO 1981 ) ditandai dengan deman, muka nampak pucat dan pembesaran organ tubuh manusia. Parasit malaria pada manusia yang menyebabkan Malaria adalah Plasmodium falciparum, plasmodium vivax, plasmodium ovale dan plasmodium malariae.Parasit malaria yang terbanyak di Indonesia adalah Plasmodium falciparum dan plasmodium vivax atau campuran keduanya, sedangkan palsmodium ovale dan malariae pernah ditemukan di Sulawesi, Irian Jaya dan negara Timor Leste. Proses penyebarannya adalah dimulai nyamuk malaria yang mengandung parasit malaria, menggigit manusia sampai pecahnya sizon darah atau timbulnya gejala demam. Proses penyebaran ini akan berbeda dari setiap jenis parasit malaria yaitu antara 9? 40 hari (WHO 1997 )
Siklus parasit malaria adalah setelah nyamuk Anopheles yang mengandung parasit malaria menggigit manusia, maka keluar sporozoit dari kelenjar ludah nyamuk masuk kedalam darah dan jaringan hati. Parasit malaria pada siklus hidupnya, membentuk stadium sizon jaringan dalam sel hati ( ekso-eritrositer ). Setelah sel hati pecah akan keluar merozoit / kriptozoit yang masuk ke eritrosit membentuk stadium sizon dalam eritrosit ( stadium eritrositer ), mulai bentuk tropozoit muda sampai sison tua / matang sehingga eritrosit pecah dan keluar merosoit. Merosoit sebagian besar masuk kembali ke eritrosit dan sebagian kecil membentuk gametosit jantan dan betina yang siap untuk diisap oleh nyamuk malaria betina dan melanjutkan siklus hidup di tubuh nyamuk (stadium sporogoni). Pada lambung nyamuk terjadi perkawinan antara sel gamet jantan (mikro gamet) dan sel gamet betina (makro gamet) yang disebut zigot. Zigot akan berubah menjadi ookinet, kemudian masuk ke dinding lambung nyamuk berubah menjadi ookista. Setelah ookista matang kemudian pecah, maka keluar sporozoit dan masuk ke kelenjar liur nyamuk yang siap untuk ditularkan ke dalam tubuh manusia. Khusus P. Vivax dan P. Ovale pada siklus parasitnya di jaringan hati (sizon jaringan), sebagian parasit yang berada dalam sel hati tidak melanjutkan siklusnya ke sel eritrosit tetapi tertanam di jaringan hati disebut Hipnosoit (lihat bagan siklus), bentuk hipnosoit inilah yang menyebabkan malaria relapse. Pada penderita yang mengandung hipnosoit, apabila suatu saat dalam keadaan daya tahan tubuh menurun misalnya akibat terlalu lelah/sibuk/stres atau perobahan iklim (musim hujan), maka hipnosoit akan terangsang untuk melanjutkan siklus parasit dari dalam sel hati ke eritrosit. Setelah eritrosit yang berparasit pecah akan timbul gejala penyakitnya kembali. Misalnya 1 ? 2 tahun yang sebelumnya pernah menderita P. Vivax/Ovale dan sembuh setelah diobati, suatu saat dia pindah ke daerah bebas malaria dan tidak ada nyamuk malaria, dia mengalami kelelahan/stres, maka gejala malaria muncul kembali dan bila diperiksa SD-nya akan positif P. Vivax/Ovale.
Pada P. Falciparum dapat menyerang ke organ tubuh dan menimbulkan kerusakan seperti pada otak, ginjal, paru, hati dan jantung, yang mengakibatkan terjadinya malaria berat/komplikasi, sedangkan P. Vivax, P. Ovale dan P. Malariae tidak merusak organ tersebut. P. falciparum dalam jaringan yang mengandung parasit tua di dalam otak, peristiwa ini yang disebut sekuestrasi. Pada penderita malaria berat, sering tidak ditemukan plasmodium dalam darah tepi karena telah mengalami sekuestrasi. Meskipun angka kematian malaria serebral mencapai 20 ? 50 %, hampir semua penderita yang tertolong tidak menunjukkan gejala sisa neurologis (sekuele) pada orang dewasa. Malaria pada anak sebagian kecil dapat terjadi sekuele. Pada daerah hiperendemis atau immunitas tinggi apabila dilakukan pemeriksaan SD sering dijumpai SD positif tanpa gejala klinis pada lebih dari 60 % jumlah penduduk.

B. Pengobatan simptomatik :

Pemberian antipiretik untuk mencegah hipertermia : parasetamol 15 mg/KgBB/x, beri setiap 4 jam dan lakukan juga kompres hangat.
Bila kejang, beri antikonvulsan : Dewasa : Diazepam 5-10 mg IV (secara perlahan jangan lebih dari 5 mg/menit) ulang 15 menit kemudian bila masih kejang. Jangan diberikan lebih dari 100 mg/24 jam.
Bila tidak tersedia Diazepam, sebagai alternatif dapat dipakai Phenobarbital 100 mg IM/x
(dewasa) diberikan 2 x sehari.

C. Pemberian obat anti malaria spesifik :
Kina intra vena (injeksi) masih merupakan obat pilihan (drug of choice) untuk malaria berat. Kemasan garam Kina HCL 25 % injeksi, 1 ampul berisi 500 mg / 2 ml.
Pemberian anti malaria pra rujukan (di puskesmas) : apabila tidak memungkinkan pemberian kina perdrip maka dapat diberikan dosis I Kinin antipirin 10 mg/KgBB IM (dosis tunggal).

Cara pemberian :

Kina HCL 25 % (perdrip), dosis 10mg/Kg BB atau 1 ampul (isi 2 ml = 500 mg) dilarutkan dalam 500 ml dextrose 5 % atau dextrose in saline diberikan selama 8 jam dengan kecepatan konstan 2 ml/menit, diulang dengan cairan yang sama setiap 8 jam sampai penderita dapat minum obat.
Bila penderita sudah dapat minum, Kina IV diganti dengan Kina tablet / per oral dengan dosis 10 mg/Kg BB/ x dosis, pemberian 3 x sehari (dengan total dosis 7 hari dihitung sejak pemberian infus perdrip yang pertama).